Rumus ROP (Reorder Point): Cara Hitung dan Contohnya

rumus rop

TL;DR

Rumus ROP (Reorder Point) adalah: ROP = (Rata-rata Pemakaian Harian x Lead Time) + Safety Stock. Rumus ini menentukan titik minimum stok di mana perusahaan perlu memesan ulang barang agar persediaan tidak habis sebelum pesanan baru datang. Tiga komponen utamanya: rata-rata pemakaian harian, waktu tunggu pemasok, dan stok pengaman.

Kehabisan stok di tengah lonjakan permintaan bisa berarti kehilangan pelanggan. Sebaliknya, menimbun terlalu banyak barang membuat modal tertahan di gudang. Rumus ROP membantu Anda menemukan titik keseimbangan: kapan tepatnya harus memesan ulang agar stok tetap tersedia tanpa berlebihan.

Apa Itu Reorder Point?

Reorder Point (ROP) adalah batas minimum jumlah stok barang yang menjadi penanda bahwa perusahaan perlu melakukan pemesanan ulang. Ketika jumlah persediaan menyentuh angka ROP, itu artinya stok yang tersisa hanya cukup untuk memenuhi permintaan selama menunggu pesanan baru tiba dari pemasok.

Menurut Mekari Jurnal, konsep ini penting untuk bisnis yang mengandalkan ketersediaan barang sebagai bagian dari layanan ke pelanggan. Tanpa ROP yang jelas, keputusan pemesanan sering kali hanya berdasarkan perkiraan, dan perkiraan tanpa data cenderung meleset.

Rumus ROP dan Komponennya

Rumus dasar reorder point cukup sederhana:

ROP = (Rata-rata Pemakaian Harian x Lead Time) + Safety Stock

Setiap komponen dalam rumus ini punya peran yang berbeda. Memahami masing-masing akan membantu Anda menghitung ROP dengan lebih akurat.

Rata-rata Pemakaian Harian

Komponen ini menunjukkan berapa banyak unit barang yang dipakai atau terjual per hari. Cara menghitungnya:

Rata-rata Pemakaian Harian = Total Pemakaian dalam Periode / Jumlah Hari dalam Periode

Misalnya, jika dalam 30 hari Anda menjual 300 unit, maka rata-rata pemakaian hariannya adalah 10 unit per hari. Gunakan data penjualan aktual, bukan perkiraan, agar hasilnya lebih dapat diandalkan.

Lead Time (Waktu Tunggu)

Lead time adalah waktu yang dibutuhkan sejak Anda memesan barang sampai barang tersebut diterima dan siap digunakan. Waktu ini mencakup proses pemesanan, produksi di pihak pemasok, pengiriman, dan pengecekan barang di gudang.

Perlu diperhatikan bahwa lead time bisa berfluktuasi. Pemasok yang biasanya mengirim dalam 5 hari kerja bisa membutuhkan 8 hari saat peak season. Gunakan rata-rata lead time dari beberapa periode terakhir untuk perhitungan standar.

Safety Stock (Stok Pengaman)

Safety stock adalah cadangan ekstra yang disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan atau keterlambatan pengiriman dari pemasok. Rumus safety stock yang umum dipakai:

Safety Stock = (Penjualan Maksimum x Lead Time Maksimum) – (Penjualan Rata-rata x Lead Time Rata-rata)

Menurut HashMicro, tanpa safety stock, perusahaan sangat rentan terhadap stockout saat ada ketidakpastian di rantai pasok.

Baca juga: Procurement Adalah: Pengertian, Proses, dan Jenis

Contoh Perhitungan Rumus ROP

Agar lebih jelas, berikut contoh perhitungan lengkap untuk sebuah toko yang menjual kaos:

Data yang diketahui:

  • Rata-rata penjualan per hari: 10 unit
  • Penjualan maksimum per hari: 20 unit (saat akhir pekan)
  • Lead time rata-rata: 16 hari
  • Lead time maksimum: 19 hari (saat ekspedisi overload)

Langkah 1: Hitung Safety Stock

Safety Stock = (20 x 19) – (10 x 16) = 380 – 160 = 220 unit

Langkah 2: Hitung Lead Time Demand

Lead Time Demand = 10 x 16 = 160 unit

Langkah 3: Hitung ROP

ROP = 160 + 220 = 380 unit

Artinya, ketika stok kaos di gudang menyentuh 380 unit, Anda perlu segera melakukan pemesanan ulang. Jika menunggu lebih lama, ada risiko kehabisan stok sebelum pesanan baru datang.

Manfaat Menghitung ROP untuk Bisnis

Menghitung reorder point bukan sekadar formalitas manajemen gudang. Ada beberapa manfaat konkret yang langsung terasa:

  • Menghindari stockout: Pelanggan tidak perlu menunggu atau beralih ke kompetitor karena barang selalu tersedia.
  • Mengoptimalkan modal kerja: Stok dijaga di level yang tepat, sehingga modal tidak terpakai untuk menimbun barang berlebihan.
  • Mempermudah perencanaan pembelian: Tim purchasing punya jadwal yang jelas kapan harus memesan, tidak lagi bergantung pada tebakan.
  • Mengurangi biaya penyimpanan: Gudang tidak perlu menyimpan barang lebih banyak dari yang dibutuhkan.

Kesalahan Umum Saat Menghitung ROP

Meskipun rumusnya sederhana, ada beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam praktiknya. Menurut Prieds, kesalahan paling umum adalah menggunakan data permintaan yang sudah kadaluarsa.

  • Mengabaikan fluktuasi musiman: Permintaan yang naik saat Lebaran atau akhir tahun perlu diperhitungkan terpisah. Menggunakan rata-rata tahunan saja bisa membuat ROP terlalu rendah di bulan-bulan sibuk.
  • Tidak memperbarui lead time: Pemasok bisa berubah kebijakannya, atau jalur pengiriman bisa terganggu. Tinjau ulang lead time setidaknya setiap kuartal.
  • Menentukan safety stock terlalu tinggi: Stok pengaman yang berlebihan memang aman dari stockout, tetapi biaya penyimpanannya bisa menggerus margin.
  • Menyamakan ROP untuk semua produk: Produk dengan perputaran cepat dan lambat membutuhkan ROP yang berbeda. Hitung per kategori atau per SKU.

Rumus ROP menjadi alat yang sangat berguna ketika Anda menerapkannya dengan data yang akurat dan diperbarui secara berkala. Kuncinya bukan hanya menghitung sekali, tetapi menjadikannya bagian dari rutinitas manajemen persediaan. Dengan begitu, gudang Anda tetap efisien dan pelanggan tetap terlayani.

FAQ

Apa perbedaan ROP dan safety stock?

ROP adalah titik di mana Anda harus mulai memesan ulang, sedangkan safety stock adalah cadangan ekstra yang menjadi bagian dari perhitungan ROP. Safety stock berfungsi sebagai penyangga, sementara ROP adalah batas pemicu pemesanan.

Apakah rumus ROP sama untuk semua jenis bisnis?

Rumus dasarnya sama, tetapi variabel yang dimasukkan bisa berbeda. Bisnis manufaktur mungkin memperhitungkan lead time produksi, sedangkan bisnis ritel fokus pada lead time pengiriman dari distributor.

Seberapa sering ROP perlu dihitung ulang?

Idealnya setiap kuartal atau setiap kali ada perubahan signifikan pada pola permintaan maupun lead time pemasok. Bisnis dengan produk musiman perlu menghitung ulang lebih sering menjelang periode puncak.

Bagaimana jika pemasok sering terlambat mengirim?

Tingkatkan nilai safety stock untuk mengompensasi ketidakpastian lead time. Gunakan lead time maksimum dalam perhitungan safety stock agar cadangan stok cukup untuk menutupi keterlambatan.

Scroll to Top